Saat memilih pallet untuk gudang, ukuran dan kapasitas beban biasanya menjadi dua hal yang paling diperhatikan. Padahal, ada satu bagian yang tidak kalah penting, yaitu konstruksi pallet itu sendiri.
Ambil contoh pallet plastik 120x120. Di pasaran, ukuran ini tersedia dalam beberapa jenis konstruksi, termasuk single side dan double side. Meski ukuran panjang dan lebarnya sama, keduanya belum tentu cocok untuk pekerjaan yang sama.
Pallet double side umumnya dipilih ketika pengguna membutuhkan konstruksi atas dan bawah yang lebih menyeluruh. Jenis ini dapat digunakan untuk berbagai kegiatan penyimpanan dan pemindahan barang, asalkan kapasitas serta desainnya sesuai.
Namun, apakah setiap gudang perlu menggunakan pallet double side? Untuk menjawabnya, kita perlu melihat bagaimana pallet tersebut digunakan, jenis barang yang ditangani, dan peralatan yang tersedia.
Pallet Plastik 120x120, Mengapa Ukuran Ini Dipilih?
Pallet plastik 120x120 merupakan pallet berbentuk persegi dengan panjang dan lebar masing-masing 120 cm. Ukuran ini setara dengan 1.200 × 1.200 mm.
Dibandingkan pallet 120×100 cm, ukurannya memang tidak terpaut jauh. Namun, perbedaan tersebut cukup terasa ketika digunakan untuk menyusun barang dengan kemasan tertentu.
Pallet 120×120 mempunyai luas permukaan 1,44 meter persegi, sedangkan pallet 120×100 memiliki luas 1,2 meter persegi. Dengan demikian, bidang alas pallet 120×120 sekitar 20% lebih luas.
Misalnya, sebuah gudang menyimpan karton berukuran dasar 60×60 cm. Pada pallet 120×120, empat karton dapat disusun berdampingan dalam satu lapisan. Sementara itu, pallet 120×100 hanya dapat menampung dua karton dengan susunan tersebut tanpa melewati batas permukaan.
Contoh ini menunjukkan bahwa ukuran pallet dapat memengaruhi pola penyusunan barang.
Meski demikian, pallet yang lebih besar belum tentu lebih efisien. Jika sebagian besar barang berukuran kecil, tambahan luas permukaan justru bisa membuat ruang penyimpanan kurang optimal.
Itulah sebabnya ukuran pallet sebaiknya ditentukan berdasarkan dimensi kemasan, pola penyusunan, luas gudang, serta kendaraan yang digunakan untuk distribusi.
Pada lini pallet HDPE Karpinus, ukuran 120×120 cm tersedia melalui model KPN 1212 dengan konstruksi double side dan tinggi 15 cm.

Apa Itu Pallet Double Side?
Pallet double side adalah jenis pallet yang mempunyai struktur dek pada bagian atas dan bawah.
Bagian atas digunakan untuk menopang barang, sedangkan struktur bawah menjadi bagian dari sistem penopang pallet ketika menerima beban.
Pada pallet plastik, konstruksi tersebut dapat berbentuk dek dengan susunan penguat tertentu. Desainnya berbeda-beda tergantung kebutuhan dan rancangan masing-masing produsen.
Secara sederhana, pallet single side memiliki satu bidang utama untuk meletakkan barang dengan bagian bawah berupa kaki atau penopang. Sementara itu, pallet double side mempunyai konstruksi bagian bawah yang lebih menyeluruh.
Perbedaan bentuk ini memengaruhi berat pallet, titik tumpuan, dan kesesuaiannya dengan metode penyimpanan barang.
Ada pula istilah reversible pallet yang sering dikaitkan dengan pallet double side.
Reversible pallet merupakan pallet yang memang dirancang agar kedua sisinya dapat digunakan sebagai alas barang. Namun, tidak semua produk yang disebut double side otomatis mempunyai kemampuan tersebut.
Jika sebuah produk hanya memiliki keterangan double side, penggunaan bolak-balik tetap perlu dikonfirmasi berdasarkan desain dan spesifikasi produsennya.
Perbedaan Pallet Single Side dan Double Side
Sekilas, kedua jenis pallet ini mempunyai fungsi yang sama. Keduanya digunakan sebagai alas untuk menyimpan dan memindahkan barang.
Perbedaannya baru terlihat ketika kita memperhatikan konstruksi bawah serta cara pallet digunakan.
Pallet single side biasanya mempunyai satu permukaan utama dengan kaki atau runner sebagai penopang. Desain tersebut tersedia dalam berbagai ukuran dan kelas kapasitas.
Sementara itu, pallet double side mempunyai dek atas dan bawah. Konstruksi ini dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan penopangan barang tertentu, terutama jika desain dua deknya memang diperlukan dalam operasional.
Berikut perbedaan umum keduanya.
| Aspek | Single Side | Double Side |
|---|---|---|
| Konstruksi | Satu dek utama | Dek atas dan bawah |
| Bagian bawah | Kaki atau runner | Struktur dek bawah |
| Bobot | Dapat lebih ringan | Umumnya lebih berat pada kelas sejenis |
| Pemindahan | Tergantung bukaan dan desain | Tergantung bukaan dan desain |
| Kapasitas beban | Mengikuti spesifikasi varian | Mengikuti spesifikasi varian |
| Penggunaan bolak-balik | Tidak selalu tersedia | Perlu dipastikan apakah reversible |
Perlu diketahui bahwa pallet double side tidak otomatis lebih kuat daripada semua pallet single side.
Sebagai contoh, pallet single side dengan desain heavy duty bisa saja mempunyai kapasitas statis yang lebih tinggi dibandingkan pallet double side dengan konstruksi berbeda.
Hal tersebut terjadi karena kekuatan pallet tidak hanya berasal dari jumlah deknya, tetapi juga dipengaruhi material, ketebalan, bentuk penguat, serta distribusi beban.
Karena itu, menentukan jenis pallet hanya berdasarkan penampilan kurang tepat. Spesifikasi kapasitas dan kebutuhan pemakaiannya tetap harus menjadi pertimbangan utama.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Pallet Double Side?
Pallet double side dapat menjadi pilihan untuk beberapa kondisi pergudangan. Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan karakteristik barang dan metode penanganannya.
1. Ketika Gudang Menyimpan Barang Berat
Barang yang mempunyai bobot besar memerlukan pallet dengan konstruksi dan kapasitas yang memadai.
Contohnya bahan baku pabrik, komponen industri, produk dalam kemasan karung, atau barang jadi yang disusun dalam jumlah banyak.
Dalam kondisi tersebut, pallet harus mampu menopang berat barang tanpa mengalami perubahan bentuk berlebihan.
Konstruksi double side dapat menjadi salah satu pilihan karena bagian bawahnya memiliki struktur penopang yang lebih menyeluruh.
Namun, kemampuan menahan beban tetap bergantung pada spesifikasi masing-masing pallet.
Sebagai contoh, KPN 1212 tersedia dengan kapasitas statis mulai dari 2,5 hingga 3,5 ton berdasarkan pilihan variannya. Angka tersebut dapat digunakan sebagai acuan awal untuk menentukan pallet sesuai kebutuhan penyimpanan di lantai.
2. Ketika Barang Sering Dipindahkan Menggunakan Forklift
Pada gudang dengan aktivitas tinggi, pallet tidak selalu berada di satu tempat.
Barang yang baru datang biasanya dipindahkan menuju area penyimpanan. Setelah itu, barang dapat kembali diangkat menuju bagian produksi atau pengiriman.
Proses tersebut dapat berlangsung berkali-kali dalam sehari.
Untuk kegiatan seperti ini, kapasitas dinamis pallet perlu mendapat perhatian khusus.
Pallet double side yang dirancang untuk penggunaan forklift dapat dipertimbangkan selama bentuk bukaan, titik penopang, dan kapasitasnya sesuai dengan peralatan yang digunakan.
Pada KPN 1212, pilihan kapasitas dinamis berkisar antara 2 hingga 3 ton.
Artinya, varian harus dipilih berdasarkan beban yang benar-benar akan dipindahkan, bukan sekadar kapasitas saat pallet diletakkan di lantai.
3. Ketika Dibutuhkan Bidang Alas yang Lebar
Ada barang yang tidak terlalu berat, tetapi mempunyai ukuran kemasan cukup besar.
Misalnya produk dalam karton lebar, komponen mesin, atau bahan baku yang disusun dalam kemasan tertentu.
Barang seperti ini terkadang memerlukan pallet berbentuk persegi agar susunannya lebih sesuai.
Pallet 120×120 dapat menjadi pilihan apabila ukuran tersebut memungkinkan barang ditempatkan tanpa terlalu banyak bagian yang menggantung melewati tepi.
Namun, manfaat ini berasal dari dimensi pallet, bukan semata-mata konstruksi double side.
Jika barang membutuhkan ukuran 120×120 sekaligus konstruksi dua dek, barulah pallet double side menjadi pilihan yang relevan.
4. Ketika Pallet Digunakan dalam Sistem Penyimpanan Berulang
Pada sebagian perusahaan, pallet digunakan dalam siklus operasional yang sama selama bertahun-tahun.
Pallet berpindah dari area produksi menuju gudang, lalu kembali digunakan setelah barang dikeluarkan.
Kebutuhan seperti ini berbeda dengan pengiriman sekali jalan, ketika pallet mungkin tidak dikembalikan kepada pengirim.
Untuk penggunaan berulang, penting memilih pallet dengan struktur yang sesuai terhadap beban, frekuensi pemindahan, serta kondisi lingkungan.
Pallet HDPE mempunyai karakteristik tidak menyerap air seperti kayu dan dapat dibersihkan sesuai kebutuhan operasional. Hal ini membuatnya layak dipertimbangkan untuk berbagai kegiatan gudang dan industri.
Meski demikian, masa penggunaan tidak hanya ditentukan oleh material. Benturan forklift, kelebihan muatan, dan cara penyimpanan juga dapat memengaruhi kondisi pallet.
Apakah Semua Gudang Membutuhkan Double Side?
Tidak semua gudang membutuhkan pallet double side.
Jika aktivitas penyimpanan hanya melibatkan barang dengan beban relatif ringan, pallet single side mungkin sudah cukup selama kapasitasnya memenuhi kebutuhan.
Begitu pula untuk kegiatan distribusi yang mengutamakan bobot pallet lebih ringan.
Sebagai contoh, perusahaan yang mengirim barang dalam karton dengan berat muatan sekitar 500 kg per pallet belum tentu membutuhkan konstruksi double side.
Jika ukuran dan kapasitas pallet single side sudah sesuai, penggunaan double side mungkin tidak memberikan keuntungan tambahan yang berarti.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah peralatan gudang.
Pallet double side mempunyai bentuk bagian bawah yang berbeda dengan pallet berkaki. Pada model tertentu, konstruksi ini dapat membatasi penggunaan hand pallet manual.
Jika gudang lebih banyak menggunakan hand pallet daripada forklift, kesesuaian bukaan dan ruang gerak roda perlu diperiksa terlebih dahulu.
Jangan sampai pallet yang sudah dibeli ternyata tidak bisa digunakan dengan alat pemindah yang tersedia.
Pilihan terbaik bukan selalu pallet yang paling berat atau terlihat paling tebal, melainkan yang sesuai dengan pekerjaan sehari-hari.
Memahami Kapasitas Beban Pallet Plastik 120x120
Salah satu kesalahan ketika membeli pallet industri adalah hanya melihat angka kapasitas terbesar.
Misalnya, sebuah pallet disebut mampu menahan beban 3 ton. Angka tersebut belum menjelaskan apakah pallet dapat membawa beban 3 ton ketika diangkat forklift atau hanya ketika berada di lantai.
Dalam spesifikasi pallet, ada tiga istilah yang perlu dibedakan.
Static Load: Ketika Pallet Berada di Lantai
Static load adalah kapasitas pallet ketika menerima beban dalam keadaan diam, dengan kondisi penopangan sesuai spesifikasi.
Contohnya pallet yang diletakkan di lantai gudang, kemudian diisi beberapa susun karton berisi produk.
Pada kondisi ini, bagian bawah pallet mendapat dukungan dari permukaan lantai.
Untuk KPN 1212, kapasitas statis tersedia dalam tiga pilihan, yaitu 2,5 ton, 3 ton, dan 3,5 ton.
Angka tersebut tidak berarti barang boleh diletakkan sembarangan. Beban yang terkumpul pada satu titik dapat memberikan tekanan berbeda dibandingkan beban yang tersebar merata.
Dynamic Load: Ketika Pallet Dipindahkan
Dynamic load menunjukkan kapasitas pallet ketika membawa barang dan dipindahkan menggunakan peralatan yang sesuai.
Saat pallet diangkat forklift, titik tumpuannya berubah. Beban tidak lagi ditopang oleh lantai, melainkan oleh bagian pallet yang bersentuhan dengan garpu forklift.
Karena itu, kapasitas dinamis umumnya lebih kecil daripada kapasitas statis.
Sebagai contoh, KPN 1212 varian 18 kg mempunyai kapasitas statis 3 ton dan kapasitas dinamis 2,5 ton.
Jika pallet akan digunakan untuk mengangkat barang seberat 2,8 ton, kapasitas statis 3 ton tidak dapat dijadikan acuan untuk menyatakan pengangkatan tersebut aman.
Kapasitas dinamisnya hanya 2,5 ton sehingga varian tersebut tidak memenuhi kebutuhan beban pengangkatan tersebut.
Racking Load: Ketika Pallet Berada di Rak
Racking load adalah kapasitas pallet ketika ditempatkan pada sistem rak dengan titik penopangan tertentu.
Misalnya, sebuah pallet diletakkan di atas dua balok penyangga rak gudang.
Pada kondisi ini, tidak seluruh bagian bawah pallet memperoleh dukungan seperti saat berada di lantai.
Akibatnya, struktur pallet dapat menerima tekanan dan lendutan yang berbeda.
Itulah sebabnya kapasitas statis yang tinggi belum tentu menunjukkan bahwa pallet cocok untuk sistem racking.
Untuk KPN 1212, data yang tersedia saat ini mencantumkan static load dan dynamic load. Kapasitas racking belum disebutkan secara khusus sehingga harus dikonfirmasi sebelum penggunaan pada rak.

Penggunaan Double Side untuk Forklift dan Racking
Dalam kegiatan pergudangan, forklift dan sistem racking sering digunakan bersama. Namun, keduanya memberikan kondisi penopangan yang berbeda pada pallet.
Ketika forklift mengangkat pallet, beban ditopang melalui garpu yang masuk ke bagian bawah pallet.
Sementara itu, ketika pallet ditempatkan pada rak, beban berpindah ke struktur penopang rak.
Perbedaan inilah yang membuat satu jenis pallet belum tentu sesuai untuk seluruh metode penyimpanan.
Penggunaan dengan Forklift
Sebelum menggunakan pallet double side dengan forklift, perhatikan lebar garpu, jarak antar garpu, serta arah masuk yang tersedia pada pallet.
Pastikan garpu dapat masuk dengan baik dan menopang pallet pada bagian yang sesuai dengan desainnya.
Perhatikan pula kapasitas forklift dan kondisi barang yang akan diangkat.
Pallet yang mempunyai kapasitas dinamis memadai tetap memerlukan penanganan yang benar agar tidak mengalami kerusakan akibat benturan atau posisi pengangkatan yang keliru.
Penggunaan pada Sistem Racking
Untuk gudang yang menggunakan rak bertingkat, pemeriksaan tidak cukup hanya dilakukan terhadap ukuran pallet.
Jarak antarbalok rak, berat barang, posisi pallet, dan luas bidang penopangan perlu diperhitungkan.
PT Karya Pilar Nusantara juga menyediakan aksesori Strip Pallet yang digunakan sebagai komponen penopang tambahan pada bagian bawah pallet untuk kebutuhan sistem racking tertentu.
Namun, penggunaan aksesori tersebut tidak otomatis membuat setiap pallet aman untuk seluruh konfigurasi rak.
Kesesuaian antara pallet, aksesori, beban, dan sistem rak tetap perlu dikonfirmasi.
Spesifikasi Pallet Double Side KPN 1212
Salah satu pilihan pallet plastik 120x120 adalah KPN 1212 Double Side dari PT Karya Pilar Nusantara.
Produk ini menggunakan material High Density Polyethylene atau HDPE dan mempunyai ukuran 120 × 120 × 15 cm.
KPN 1212 tersedia dalam tiga varian berat yang masing-masing mempunyai kapasitas beban berbeda.
Pilihan Varian KPN 1212
| Spesifikasi | Varian 1 | Varian 2 | Varian 3 |
|---|---|---|---|
| Berat pallet | 16 kg | 18 kg | 20 kg |
| Static load | 2,5 ton | 3 ton | 3.5 ton |
| Dynamic load | 2 ton | 2.5 ton | 3 ton |
| Ukuran | 120×120×15 cm | 120×120×15 cm | 120×120×15 cm |
| Material | HDPE | HDPE | HDPE |
Seluruh varian menggunakan konstruksi double side dengan nilai TKDN yang tercantum sebesar 52,77%.
Perbedaan kapasitas tersebut memberikan pilihan bagi perusahaan yang membutuhkan pallet sesuai berat barang dan kegiatan operasionalnya.
Sebagai contoh, jika sebuah gudang memiliki muatan sekitar 1,5 ton per pallet dan dipindahkan menggunakan forklift, varian dengan kapasitas dinamis 2 ton dapat dipertimbangkan.
Namun, jika berat muatan mendekati 2,5 ton atau lebih, varian dengan kapasitas dinamis lebih besar mungkin diperlukan.
Pemilihan akhir tetap harus mempertimbangkan batas beban kerja, distribusi muatan, kondisi forklift, dan cadangan kapasitas yang sesuai.
Untuk kebutuhan pengadaan dalam jumlah banyak, spesifikasi sebaiknya dikonfirmasi sesuai jenis barang dan metode penggunaannya.
Informasi mengenai produk dan pilihan pallet lainnya dapat dilihat melalui halaman Pallet HDPE Karpinus.

Pilihan Pallet KPN untuk Kebutuhan Berbeda
Selain KPN 1212 Double Side, PT Karya Pilar Nusantara mempunyai beberapa pilihan pallet plastik gudang dengan ukuran dan konstruksi berbeda.
Masing-masing tersedia untuk kebutuhan yang tidak selalu sama.
KPN 1080 Light
Pallet KPN 1080 mempunyai ukuran 100 × 80 × 15 cm dengan konstruksi single side.
Produk ini tersedia dalam pilihan berat 5 kg, 7 kg, dan 8 kg. Kapasitas statisnya berkisar 2–3 ton, sedangkan kapasitas dinamisnya 1,5–2,5 ton, tergantung varian.
Ukuran yang lebih ringkas dapat dipertimbangkan ketika dimensi barang tidak memerlukan pallet berukuran besar.
KPN 1210 Standard
KPN 1210 mempunyai ukuran 120 × 100 × 15 cm dengan konstruksi single side.
Varian beratnya tersedia mulai dari 8 kg hingga 12 kg. Kapasitas statisnya berkisar 1,3–3 ton, sedangkan kapasitas dinamisnya 0,8–2,5 ton.
Ukuran ini dapat dipilih untuk berbagai kegiatan pergudangan dan distribusi apabila sesuai dengan dimensi barang.
KPN 1412 Heavy Duty
Untuk kebutuhan bidang alas yang lebih panjang, tersedia KPN 1412 dengan ukuran 140 × 120 × 15 cm.
Produk single side ini mempunyai pilihan berat 12 kg, 14 kg, dan 16 kg dengan kapasitas statis 2–3 ton dan kapasitas dinamis 1,5–2,5 ton.
KPN 1412 dapat dipertimbangkan untuk barang dengan dimensi yang membutuhkan permukaan lebih panjang.
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa pilihan pallet tidak cukup ditentukan oleh jenis single side atau double side.
Pallet dengan ukuran lebih kecil pun bisa mempunyai kapasitas yang sesuai untuk pekerjaan tertentu. Sebaliknya, pallet yang lebih besar belum tentu diperlukan jika dimensi barang tidak membutuhkannya.
Tips Memilih Pallet Sebelum Pengadaan
Sebelum membeli pallet dalam jumlah banyak, sebaiknya kumpulkan beberapa informasi dari bagian gudang atau operasional.
Hitung Berat Barang per Pallet
Tentukan berat maksimum barang yang akan disimpan pada satu pallet.
Jangan hanya melihat berat rata-rata karena jumlah barang yang ditempatkan dapat berubah mengikuti kebutuhan produksi.
Jika pallet digunakan untuk memindahkan barang, pastikan kapasitas dinamisnya sesuai.
Periksa Dimensi Barang dan Ruang Gudang
Pallet yang terlalu kecil dapat menyebabkan barang melewati tepi. Sebaliknya, pallet yang terlalu besar dapat menggunakan ruang penyimpanan lebih banyak dari yang diperlukan.
Ukuran pallet juga harus sesuai dengan lebar jalur operasional, rak, dan kendaraan pengangkut.
Pastikan Peralatan yang Digunakan
Periksa apakah gudang menggunakan forklift, hand pallet, atau stacker.
Setiap alat mempunyai mekanisme pengangkatan yang berbeda. Oleh karena itu, desain bagian bawah pallet harus sesuai dengan peralatan yang akan digunakan.
Pertimbangkan Cara Penyimpanan
Tentukan apakah pallet hanya disimpan di lantai, digunakan dalam sistem penumpukan barang, atau ditempatkan pada rak.
Ketiga kondisi tersebut mempunyai kebutuhan penopangan berbeda.
Untuk penggunaan racking, kapasitas dan konfigurasi pallet perlu dipastikan secara khusus.
Lakukan Pengujian Sebelum Pembelian Besar
Apabila pallet akan digunakan pada pekerjaan dengan beban tinggi atau kondisi khusus, pengujian dalam operasional sebenarnya dapat membantu memastikan kesesuaiannya.
Cara ini juga berguna untuk mengetahui apakah pallet dapat ditangani dengan baik menggunakan peralatan yang tersedia.
Pertanyaan Umum tentang Pallet Double Side
Apakah pallet plastik 120x120 selalu double side?
Tidak. Ukuran 120×120 cm menunjukkan dimensi pallet, bukan jenis konstruksinya.
Pallet berukuran sama dapat mempunyai bentuk single side atau double side tergantung model yang diproduksi.
Apakah pallet double side lebih kuat daripada single side?
Belum tentu. Kekuatan pallet ditentukan oleh material, desain, konstruksi penguat, serta kondisi pembebanannya.
Untuk mengetahui kapasitasnya, periksa static load dan dynamic load setiap varian.
Berapa kapasitas pallet double side KPN 1212?
KPN 1212 tersedia dalam tiga varian.
Varian 16 kg mempunyai static load 2,5 ton dan dynamic load 2 ton. Varian 18 kg mempunyai static load 3 ton dan dynamic load 2,5 ton. Sementara itu, varian 20 kg mempunyai static load 3,5 ton dan dynamic load 3 ton.
Apakah pallet double side bisa digunakan dengan hand pallet?
Tergantung desain bagian bawah pallet dan ukuran peralatan yang digunakan.
Tidak semua konstruksi double side menyediakan ruang yang sesuai untuk roda hand pallet. Karena itu, kompatibilitasnya perlu diperiksa sebelum pembelian.
Apakah pallet double side cocok untuk sistem racking?
Bisa, apabila produk memang mempunyai spesifikasi yang sesuai untuk penggunaan pada rak.
Kapasitas racking tidak dapat disimpulkan hanya dari kapasitas statis atau dinamis.
Apakah pallet HDPE dapat digunakan berulang kali?
Pallet berbahan HDPE dapat digunakan berulang kali selama kondisi fisik dan kapasitasnya masih memenuhi kebutuhan.
Pemeriksaan rutin tetap diperlukan, terutama apabila pallet sering mengalami pengangkatan, benturan, atau membawa barang berat.
Kesimpulan: Sesuaikan Pallet dengan Kebutuhan
Pallet plastik 120x120 tipe double side dapat menjadi pilihan ketika perusahaan membutuhkan bidang alas berbentuk persegi dengan konstruksi dua dek.
Jenis ini layak dipertimbangkan untuk kegiatan pergudangan dan industri yang menangani barang berat, menggunakan forklift, atau memerlukan pallet untuk penggunaan berulang.
Namun, tidak semua gudang membutuhkan konstruksi double side. Dalam beberapa kondisi, pallet single side dengan ukuran dan kapasitas yang sesuai justru lebih praktis.
Untuk KPN 1212, tersedia tiga pilihan berat dengan kapasitas statis hingga 3,5 ton dan kapasitas dinamis hingga 3 ton. Setiap varian mempunyai kemampuan berbeda sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan operasional.
Sebelum menentukan pallet, pastikan ukuran barang, kapasitas beban, metode pemindahan, dan sistem penyimpanan sudah diketahui.
Pilihan model serta informasi lebih lengkap dapat dilihat melalui katalog Pallet Plastik HDPE Karya Pilar Nusantara.



